Enter your keyword

Tuesday, 1 August 2017

Pelajari Cara Jual Beli Tanah Warisan Dengan Langkah yang Benar

Cara jual beli tanah warisan tidak jauh berbeda dengan cara jual beli tanah biasa. Yang membedakan di sini adalah faktor pajak. Selain itu dalam jual beli tanah warisan, hal yang perlu diketahui dan diwaspadai adalah risiko sengketa tanah yang kemungkinan terjadi. Oleh karena itu, simak cara membuat surat jual beli tanah warisan yang baik dan benar.
Besaran Pajak Jual Beli Tanah Warisan
Saat ini ada banyak sekali jual beli tanah yang dilakukan terhadap tanah warisan. Hal itu tentu sah-sah saja, karena bagaimana pun juga tanah warisan juga merupakan aset tanah yang layak untuk dijual dan dibeli. Namun, jual beli tanah warisan ternyata cukup berbeda dengan tanah biasa. Yang membedakan adalah biasanya diperlukan adanya surat persetujuan ahli waris menjual tanah untuk meminimalkan risiko sengketa di kemudian hari.
Selain itu, besaran pajak dalam jual beli tanah warisan juga sedikit berbeda. Berikut penjelasannya.
1.      Pajak penghasilan (PPh)
Pajak penghasilan ditanggung oleh penjual. Sama halnya dengan PPh dalam transaksi jual beli tanah biasa, besaran PPh ini adalah sebesar 5% dari nilai NJOP.
2.      BPHTB pembeli
Pembeli yang membeli tanah juga wajib membayarkan pajak BPHTB. Nilai pajak ini adalah 5% dari NJOP yang sudah dikurangi dengan NJOPTKP. Atau bisa dihitung dengan rumus 5% (NJOP-NJOPTKP).
3.      BPHTB waris
Letak perbedaan dari jual beli tanah waris dan tanah biasa adalah pada BPHTB waris. Dalam transaksi jual beli tanah biasa, tidak ada BPHTB penjual, yang ada hanya PPh dan BPHTB pembeli saja. Besaran BPHTB waris adalah setengah dari 5% dari nilai NJOP yang sudah dikurangi dengan NJOPTKP. Atau secara singkat dihitung dengan rumus (5% (NJOP – NJOPTKP)) x 50%.
Keterangan:
NJOP = Nilai Jual Objek Pajak
NJOPTKP = Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Nilai
Nilai NJOP dan NJOPTKP masing-masing daerah berbeda-beda satu sama lain.

Cara Jual Beli Tanah Warisan
Cara jual beli tanah warisan agar transaksi bisa dilakukan secara aman dan bebas dari masalah sengketa di kemudian hari antara lain:
1.      Memeriksa dokumen yang diperlukan
Sebelum melakukan transaksi atas tanah warisan, pastikan untuk memeriksa seluruh dokumen yang diperlukan, mulai dari sertifikat tanah, surat pernyataan ahli waris menjual tanah, surat kuasa (jika ada ahli waris yang tinggalnya berjauhan), dan sebagainya. Hal ini penting untuk meyakinkan calon pembeli bahwa tanah tersebut memang sah secara hukum dan dijamin tidak akan ada sengketa di kemudian hari.
2.      Mencari tahu daftar ahli waris tanah
Calon pembeli juga tidak boleh masa bodoh dengan ahli waris dari tanah tersebut. Apalagi jika ahli waris ternyata banyak. Calon pembeli berhak mencari tahu siapa saja ahli waris dari tanah tersebut. Bila perlu, hubungi satu persatu ahli waris dari tanah tersebut, dan tanyakan apakah benar surat persetujuan menjual tanah dari ahli waris itu memang benar-benar telah disepakati oleh semua ahli waris. Hal ini akan menghindarkan calon pembeli dari sengketa.
3.      Balik nama sertifikat turun waris
Jika tanah masih bersertifikat nama ayah dari ahli waris tersebut, mintalah terlebih dahulu agar ahli waris tersebut melakukan prisedur balik nama turun waris. Hal ini nantinya akan memudahkan transaksi dan proses balik nama dari ahli waris ke pembeli. Biasanya balik nama turun waris ini membutuhkan dokumen sebagai berikut:
·         KTP
·         Data tanah
·         Surat pernyataan tanah dikuasai secara fisik
·         Surat pernyataan tidak ada sengketa tanah
·         KK
·         Sertifikat asli
·         Surat keterangan waris
·         Dokumen PBB
4.      Memastikan domisili semua ahli waris
Calon pembeli juga berhak mengetahui dimana semua ahli waris itu tinggal. Sebisa mungkin, pilihlah tanah warisan yang ahli warisnya tinggal di kota yang sama. Namun jika ada ahli waris yang tinggal di kota yang berbeda, cek juga apakah benar dia setuju untuk menjual tanah. Jika perlu, cek apakah surat kuasa yang diberikan itu benar-benar sah.
5.      Bertemu langsung dengan ahli waris
Jika memang semua ahli waris berada di kota yang sama, mintalah untuk bertemu langsung dengan seluruh ahli waris. Hal ini penting dilakukan untuk lebih mengakrabkan diri dan mengenal para ahli waris dengan baik sebelum melakukan transaksi. Selain itu dengan cara ini calon pembeli bisa benar-benar yakin bahwa tanah tersebut tidak bermasalah.
6.      Melakukan pembayaran secara terbuka
Langkah terakhir adalah dengan melakukan pembayaran secara terbuka. Maksudnya saat transaksi, sebisa mungkin diketahui oleh semua ahli waris. Selain itu, lakukan juga transaksi sesuai aturan hukum yang berlaku.
Itulah besaran pajak jual beli tanah waris dan tata cara jual beli tanah warisan yang bisa dilakukan sesuai dengan prosedur hukum. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

About Us

TIPS BELI TANAH

Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]




Popular

Formulir Kontak