Enter your keyword

Tuesday, 1 August 2017

Cara Beli Tanah agar Tidak Tertipu

Cara beli tanah agar tidak tertipu perlu diketahui oleh masyarakat, mengingat saat ini ada banyak modus kejahatan dan penipuan yang berkedok jual beli tanah dan properti. Selain penipu bisa membawa kabur uang sebelum sertifikat didapat, biasanya ada juga kasus tanah dijual kepada beberapa pihak dan semua pihak sama-sama memiliki sertifikat. Oleh karena itu calon pembeli wajib berhati-hati. Ada baiknya mengikuti tips beli tanah agar tidak tertipu berikut ini.
Cara Beli Tanah agar Tidak Tertipu
Calon pembeli tanah wajib untuk selalu berhati-hati, karena saat ini ada banyak modus kejahatan yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah penipuan yang mengatasnamakan jual beli tanah. Kebanyakan pelaku penipuan akan membawa kabur uang yang sudah dibayarkan, sebelum menyelesaikan tugasnya untuk mengurus sertifikat balik nama.
Selain itu, di beberapa kasus, ada penipu yang menjual tanah kepada beberapa pembeli. Untuk meyakinkan pembeli, semua pembeli diberi sertifikat tanah palsu. Maka perlu diketahui beberapa cara membeli tanah agar tidak tertipu berikut ini:
1.      Ketahui sistem jual beli yang tidak sah
Setiap calon pembeli tanah wajib hukumnya untuk mengetahui bagaimana sistem jual beli tanah yang sah dan bagaimana sistem jual beli tanah yang tidak sah. Hal ini tentu sangat penting, karena kebanyakan kasus penipuan dari pembelian tanah adalah karena faktor kelalaian pembeli itu sendiri. Terutama untuk pembeli yang tidak ingin ribet dalam melaksanakan prosedur pembelian tanah yang seharusnya. Untuk menghindari itu, ketahui secara pasti bagaimana prosedur yang sesuai dengan tahapan hukum.
Selain itu pembeli juga wajib memastikan apakah tanah tersebut benar-benar layak dan sah secara hukum untuk diperjual belikan. Hindari tanah sengketa dan sebisa mungkin jangan membeli tanah yang statusnya sedang disita. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari masalah dengan hukum di kemudian hari.
2.      Perhatikan kondisi tanah
Cara beli tanah agar tidak tertipu selanjutnya adalah sebelum membeli tanah, wajib kiranya calon pembeli benar-benar mengecek secara langsung lokasi dan kondisi tanah tersebut. Jika memungkinkan, pastikan juga ukuran, bentuk, jenis tanah, serta segala macam data yang diperlukan. Perhatikan seluruh aspek fisik tanah. Jangan sampai ada ketidaksesuaian luasan tanah dengan luasan yang tertera dalam sertifikat tanah.
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pemahaman atau penafsiran luasan tanah oleh pembeli tanah. Karena tanah yang dijual biasanya tidak memiliki batasan atau patok yang jelas. Maka, ajak penjual untuk memberi keterangan sejelas-jelasnya mengenai tanah dan batasan-batasannya. Terutama untuk tanah yang bukan merupakan tanah kavling.
Selain itu jenis tanah yang ada juga perlu diperhatikan. Misalnya, jenis tanah sawah, rawa, atau jenis tanah perkebunan, dan sebagainya. Cek juga kestabilan tanah dan potensi bahaya di sekitar tanah. Cek juga fasilitas yang ada di sekitar lingkungan dan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Apalagi jika tanah tersebut memang akan dibangun sebuah rumah atau bangunan usaha di masa depan. Pasti segala aspek kenyamanan perlu diperhatikan.
3.      Periksa semua dokumen yang diperlukan
Calon pembeli juga berhak untuk mengetahui semua dokumen yang dimiliki oleh penjual, termasuk sertifikat tanah, PBB, dan sebagainya. Dokumen-dokumen tersebut juga wajib diketahui keasliannya. Calon pembeli bisa mengecek keasliannya dengan mendatangi kantor Pertanahan. Jika tanah memang sudah bersertifikat, maka akan lebih mudah melakukan transaksi jual beli. Namun jika tanah belum bersertifikat, maka dibutuhkan tips membeli tanah yang belum bersertifikat. Biasanya transaksi ini dilakukan oleh pembeli yang membeli tanah kavling dari pihak pengembang atau developer.
4.      Gunakan jasa notaris PPAT
Dalam melakukan transaksi jual beli tanah, pastikan prosedur yang dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, salah satunya dengan memakai saksi. Usahakan menggunakan saksi dari notaris PPAT. Hal ini tentu akan memberikan keamanan secara hukum. Jika sewaktu-waktu ada prosedur yang tidak sesuai, maka calon pembeli bisa lebih berwaspada, karena notaris pasti akan memberikan penjelasan yang baik dan benar.
5.      Perhatikan prosedur AJB dan balik nama
Cara membeli tanah agar tak tertipu berikutnya adalah dengan membuat AJB dan proses balik nama yang baik dan benar. Cara pembuatan AJB harus dilakukan dengan PPAT dan juga harus disertai dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Selain itu perlu adanya pelunasan terhadap pajak. Setelah semua  selesai, maka transaksi bisa dilakukan. Dan jika transaksi sudah dilakukan sesuai dengan aturan dan syarat, maka proses balik nama baru bisa dilakukan. Pastikan proses balik nama dilakukan dengan baik dan tuntas. Jangan sampai proses balik nama tidak dilakukan, karena percuma membeli tanah jika sertifikat masih dengan nama penjualnya. Maka pembeli akan dirugikan.
Itulah tata cara beli tanah agar tidak tertipu yang wajib diketahui oleh calon pembeli. Semoga bermanfaat.

No comments:

Post a Comment

About Us

TIPS BELI TANAH

Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]




Popular

Formulir Kontak