Enter your keyword

Monday, 23 October 2017

Tentang Kami (Tips Beli Tanah - Info Jual Beli Tanah Jogja - Tata Cara Jual Beli Tanah Tidak Tertipu

By On October 23, 2017
Tips Beli Tanah Sangatlah dibutuhkan bagi masyarakat umum karena Beli Tanah meruapakan salah satu aktivitas properti yang cukup besar. Tips Beli Tanah dari kami adalah pastikan Dokumen Tanah yang anda beli lengkap, Carilah Harga yang dibawah harga pasar dan selalu berhati-hati dalam bertransaksi jual Beli Tanah. Jika kita menerapkan Tips Beli Tanah tersebut, kita akan terhindar dari resiko kerugian.

Selain Itu Tips Beli Tanah dari kami adalah pahami proses jual Beli Tanah sebelum anda melakukan transaksi, Pemahaman tersebut dapat anda peroleh dengan berkonsultasi dengan notaris. Info Jual Beli Tanah Jogja dapat anda update melalui situs online (OLX). Dengan Olx anda dapat mengetahui harga pasaran dan mencari tanah dengan harga yang paling murah. Info Jual Beli Tanah Jogja juga dapat anda peroleh dari makelar. Makelar yang berpengalaman akan memberitahukan Info Jual Beli Tanah dengan harga yang terjangkau.
Tata Cara Jual Beli Tanah harus anda perhatikan. Tata Cara Jual Beli Tanah yang tepat dapat membuat anda terhindar dari kerugian. Tata cara Jual Beli Tanah dapat anda baca di artikel website kami ataupun konsultasi dengan notaris langsung. Hal ini bertujuan agar tidak tertipu saat Jual Beli Tanah. Penipuan saat ini sangatlah minim, akan tetapi kita harus berhati-hati terhadap resiko ini karena hal ini dapat membuat keuangan kita tidak sehat. 
Dalam situ kami anda dapat membaca berbagai tips Jual Beli Tanah, Tata Cara Jual Beli Tanah, Cara agar tidak tertipu,dll. Silahkan cek di web kami. Kami juga siap membantu setiap permasalahan jual beli Tanah anda, Silahkan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut. Sekian artikel tentang kami.

Tuesday, 1 August 2017

Tips Investasi Tanah dengan Modal Kecil Itu Mungkin

By On August 01, 2017
Tips investasi tanah dengan modal kecil perlu diketahui, terutama untuk mereka yang ingin membangun sebuah bisnis investasi tanah yang tidak memiliki modal yang cukup. Namun tetap harus diperhatikan untuk dapat memberikan keuntungan bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk pemilik lahan yang akan dibeli. Berikut beberapa cara investasi tanah dengan modal kecil yang bisa dilakukan.
Coba tips investasi tanah dengan modal kecil di bawah ini
Investasi tanah memang merupakan salah satu jenis investasi yang bisa dijadikan ladang bisnis yang tepat untuk mencari keuntungan. Biasanya, pebisnis memang membutuhkan tanah sebelum memulai sebuah bisnis, baik itu bisnis tanah kavling maupun bisnis properti seperti perumahan. Namun, kebanyakan kendala dari bisnis ini adalah sulitnya mendapatkan lahan yang tepat dan cukup luas. Jikapun ada lahan yang tepat, biasanya faktor modal menjadi permasalahan utama, sehingga pebisnis tidak bisa membebaskan lahan tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, berikut ini ada beberapa cara untuk mendapatkan tanah dengan modal kecil serta beberapa cara investasi properti yang benar yang bisa diaplikasikan untuk mencari lahan guna mengembangkan bisnis properti yang ada.
1.      Tawaran vs syarat
Tips investasi tanah dengan modal kecil yang bisa dilakukan pertama kali adalah menawar harga tanah dengan lebih tinggi, dengan catatan pemilik tanah mau menurunkan syarat-syarat pembayaran. Misalnya jika pemilik tanah menawarkan harga lima ratus juta, pebisnis bisa memberikan tawaran harga sebesar tujuh ratus juta, dengan catatan pemilik tanah mau memberi waktu tambahan untuk pebisnis dapat melunasi pembayarannya. Atau bisa saja pebisnis meminta pembayaran dengan sistem kredit yang dibayarkan dalam beberapa tahap pembayaran.
2.      Bagi bangun
Cara kedua adalah dengan menawarkan pada pemilik lahan untuk bisa memiliki salah satu kavling tanah atau rumah yang akan dibangun, dengan catatan pemilik lahan dapat memberikan kemudahan dalam pembebasan lahan tersebut. Besaran harga yang ditawarkan harus sesuai dan sudah mendapatkan kesepakatan dengan pemilik lahan. Selain itu, perhatikan juga biaya perpajakan yang harus ditanggung di kemudian hari.
3.      Bagi hasil
Jika prospek investasi tanah tersebut memang baik, pebisnis bisa menawarkan kepada pemilik lahan untuk sistem bagi hasil, asalkan biaya pembebasan lahan di awal bisa diperkecil. Misalnya, jika proyek rumah selesai sekian persen, maka pebisnis wajib membayar pemilik lahan sebesar sekian persen dari harga jual tanah. Pastikan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan.
4.      Pembayaran bertahap jika ada unit terjual
Pemilik lahan juga mungkin tertarik dengan tawaran yang menyatakan bahwa pembayaran akan dilakukan jika ada unit yang terjual. Bisa jadi pemilik lahan justru akan membantu memasarkan setiap unit yang ada di kawasan tersebut. Oleh karena itu tidak ada salahnya menawarkan kepada pemilik lahan untuk membuat kesepakatan pembayaran bertahap setiap unit yang terjual ini.
5.      Barter
Bisa juga dengan menawarkan sistem barter. Misalnya jika pemilik lahan menjual tanahnya untuk membuat rumah. Maka, pebisnis bisa saja menawarkan diri untuk mampu memasok tenaga kerja dan material untuk membangunkan rumah yang sesuai dengan keinginan pemilik lahan, asalkan harga pembebasan lahan bisa dilunasi dengan modal yang kecil.
6.      Tanggung biaya keperluan
Sama halnya dengan kasus jika pemilik lahan menjual tanahnya karena ingin berobat atau membayar kuliah anaknya. Maka, tawarkan saja untuk menanggung seluruh biaya pengobatan dan biaya kuliah anak tersebut, dengan catatan lahan tersebut bisa dibeli dengan harga yang murah atau dengan modal yang kecil.
7.      Menunjukkan laporan keuangan
Biasanya ada pemilik lahan yang ragu untuk membebaskan lahannya atau ragu untuk menerima beberapa tawaran yang diberikan dengan alasan takut ditipu. Maka salah satu cara yang mujarab adalah dengan menunjukkan laporan keuangan atau dokumen resmi dari investor atau kreditur. Hal ini akan meyakinkan pemilik lahan untuk menyepakati tawaran kerjasama yang diberikan.
8.      Pendapatan sewa
Cara selanjutnya adalah dengan menawarkan pendapatan sewa. Misalnya jika tanah tersebut berencana akan dibangun hotel. Maka pebisnis dapat menawarkan kepada pemilik lahan untuk dapat mengangsur pembayaran pembebasan lahan itu dengan pendapatan yang didapatkan dari sewa hotel tersebut. Namun, sistem angsuran harus tetap disepakati dengan pemilik lahan.
9.      Menjual aset
Jika tanah yang akan dibeli merupakan jenis tanah yang produktif, misalnya merupakan jenis tanah perkebunan yang masih menghasilkan buah dan bisa dipanen, mintalah keringanan dari pemilik lahan agar bisa menerima pembayaran dari hasil menjual aset di tanah tersebut.
10.  Kerjasama dengan agen
Cara terakhir adalah dengan menggunakan jasa agen. Namun biasanya dengan menggunakan jasa agen tersebut, akan dibutuhkan biaya sebesar 3% dari harga yang disepakati.

Demikianlah beberapa tips investasi tanah dengan modal kecil yang bisa dilakukan. Selamat mencoba dan semoga artikel ini bermanfaat.

Cara Membeli Tanah Tanpa Modal, Emang Bisa?

By On August 01, 2017
Cara membeli tanah tanpa modal kini semakin mudah dilakukan. Karena pertumbuhan penduduk semakin tinggi maka kebutuhan akan tanah pun semakin tinggi. Tak bisa dielak bahwa harga tanah semakin lama semakin tinggi. Karena itulah kini banyak juga yang membeli tanah utnuk keperluan investasi. Membeli tanah untuk investasi maupun untuk bangunan rumah atau usaha memang memerlukan dana yang tidak sedikit. Namun hal ini sangatlah wajar karena keuntungan dari investasi maupun bisnis tanah memang sangat besar. nilai jualnya semakin lama semakin meroket dengan peminat yang semakin banyak. Apalagi jika tanah yang dibeli berada di tempat yang strategis dan berada di kawasan yang potensial dari segi pendidikan, kelengkapan fasilitas, perkembangan ekonomi dan beberapa aspek lain.

Karena alasan butuh dana segar atau modal pembelian dalam jumlah banyak itulah mengapa banyak orang yang berpikir dua kali untuk membeli sebidang tanah. Kebanyakan dari mereka justru mengontrak rumah sebagai tempat tinggal. Padahal anggapan ini sebenarnya salah. Dengan mengontrak rumah yang mewajibkan untuk membayarkan sejumlah dana yang tak sedikit setiap bulan atau tahun tanpa memperoleh hak milik sedikitpun atas tanah maupun rumah tersebut justru dapat menyebabkan kerugian yang lebih besar jika dikalkulasikan. Oleh sebab itu, langkah membeli tanah kemudian dibangun rumah untuk hunian akan menjadi langkah yang paling tepat.

Cara Membeli Tanah Tanpa Modal Dengan Trik Jitu Ini
Bagi yang hendak membeli tanah namun masih takut dengan bayangan modal pembelian yang banyak, maka wajiblah untuk mengetahui cara yang daoat dilakukan saat pembelian tanah tanpa mengeluarkan modal. Teknik pembelian tanah tanpa modal sama juga untuk teknik membeli rumah yang juga tanpa mengeluarkan modal.  Berikut adalah beberapa cara yangdapat dilakukan:
1.      Bekerjasama dengan bank
Cara yang pertama yang dapat dilakukan untuk dapat memiliki sebidang tanah tanpa mengeluarkan modal adalah bekerjasama terhadap bank dengan mengajukan kredit yang diangsur secara berkala. Kini hampir setiap bank menawarkan jasa pinjaman dengan persyaratan yang mudah dan bunga yang sangat bersaing. Sebagai tips saja, pilihlah bank yang memang sudah berstandar nasional atau bahkan internasional supaya prosesnya lebih aman dan terpercaya. Selain itu, karena akan terdapat banyak pilihan bank, maka pilihlah yang menawarkan bunga rendah dan memiliki variasi atau pilihan waktu angsuran yang banyak sehingga dapat dipilih sesuai dengan kemampuan. Dengan memperoleh pinjaman bank ini, Anda tidak perlu modal untuk pembelian tanah. Hanya tinggal membayar angsuran setiap bulan selama kurun waktu dan nominal yang disepakati saja.
2.      Mengikuti program KPR
Apabila pembelian tanah bertujuan untuk membangun rumah sebagai hunian bersama keluarga tercinta, maka pembelian tanah kavling atau perumahan nampaknya jadi pilihan yang tepat. Khusus untuk kepentingan hunian, perumahan merupakan pilihan yang terbaik. Selain ukuran tanah kavlingnya yang tepat dan sesuai dengan dokumen, Anda juga dapat membelinya tanpa mengeluarkan modal. Caranya ialah dengan mengikuti program Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.
Selain cara membeli tanah dengan kredit bank, mengikuti program KPR adalah langkah yang sangat tepat. Dalam program KPR, seolah pihak bank akan membeli tanah serta perumahan tersebut untuk Anda selanjutnya Anda tinggal membayar biaya tersebut dengan cara mengangsur atau pembayaran secara berkala dengan nominal tertentu dan dalam kurun waktu tertentu sesuai kesepakatan. Persyaratan untuk mengikuti program KPR juga tidaklah sulit sehingga program ini sangat direkomendasikan bagi yang tidak memiliki dana besar sebagai modal pembelian tanah khususnya tanah kavling.
3.      Menawar dengan harga tinggi
Cara yang ketiga yang dapat dilakukan untuk pembelian tanah tanpa harus mengeluarkan modal besar adalah dengan menawarkan harga yang lebih tinggi. Jadi, semisal pemilik tanah menginginkan harga jual tanah tersebut adalah Rp 1 juta per meter persegi dan mengharapkan pembayaran dilakukan secara cash atau satu waktu non tempo, maka yang dilakukan supaya tidak harus mengeluarkan dana cash yang sangat besar adalah dengan memberikan penawaran harga beli yang lebih tinggi misalnya Rp 1,2 juta untuk setiap meter perseginya.
Di samping penawaran harga yang lebih tinggi tersebut, sampaikan juga pembayaran yang hendak dilakukan adalah pembayaran bertahap. Apabila pemilik atau penjual tanah tersebut sedang tidak sangat membutuhkan uang, maka dapat dipastikan penawaran Anda akan diterima. Selain itu, alasan lain apabila tawaran tersebuit disetujui adalah karena pihak penjual sudah memiliki penilaian bahwa Anda adalah orang yang dapat dipercaya. Hal ini justru menjadi tanggung jawab moral yang harus benar-benar dijaga. Jangan sampai sudah diberikan toleransi pembayaran dan kepercayaan namun melakukan hal yang tidak semestinya.
Satu hal lagi yang sangat penting yang harus dilakukan dalam proses pembelian dan pembayaran secara bertahap ini adalah dibuatnya Akta Jual Beli sebagai bukti sah dan resmi berlandaskan hukum. Pembayaran tahap pertama sebesar 40 persen dapat dilakukan 3 bulan setelah persetujuan kedua belah pihak. Untuk pembayaran tahap kedua sebesar 30% dapat dilakukan 3 bulan setelahnya dan sisanya diberikan setelah 3 bulan. Dengan pembayaran secara bertahap, pembeli akan dapat memperoleh waktu yang longgar dan cukup lama untuk mempersiakan dana pada setiap cicilannya meskipun jatuh dengan harga yang lebih mahal jika dibanding cash. Namun hal tersebut lebih tepat dilakukan dan tidak merugikan.

Setelah mengetahui beberapa cara membeli tanah tanpa modal di atas, jangalah lagi takut untuk dapat memiliki tanah tanpa dana yang sangat besar sebagai modal. Pilihlah salah satu cara yang memang sesuai dengan kondisi dan kemampuan supaya pemilikan tanah dapat berjalan lancar.

Pelajari Cara Jual Beli Tanah Warisan Dengan Langkah yang Benar

By On August 01, 2017
Cara jual beli tanah warisan tidak jauh berbeda dengan cara jual beli tanah biasa. Yang membedakan di sini adalah faktor pajak. Selain itu dalam jual beli tanah warisan, hal yang perlu diketahui dan diwaspadai adalah risiko sengketa tanah yang kemungkinan terjadi. Oleh karena itu, simak cara membuat surat jual beli tanah warisan yang baik dan benar.
Besaran Pajak Jual Beli Tanah Warisan
Saat ini ada banyak sekali jual beli tanah yang dilakukan terhadap tanah warisan. Hal itu tentu sah-sah saja, karena bagaimana pun juga tanah warisan juga merupakan aset tanah yang layak untuk dijual dan dibeli. Namun, jual beli tanah warisan ternyata cukup berbeda dengan tanah biasa. Yang membedakan adalah biasanya diperlukan adanya surat persetujuan ahli waris menjual tanah untuk meminimalkan risiko sengketa di kemudian hari.
Selain itu, besaran pajak dalam jual beli tanah warisan juga sedikit berbeda. Berikut penjelasannya.
1.      Pajak penghasilan (PPh)
Pajak penghasilan ditanggung oleh penjual. Sama halnya dengan PPh dalam transaksi jual beli tanah biasa, besaran PPh ini adalah sebesar 5% dari nilai NJOP.
2.      BPHTB pembeli
Pembeli yang membeli tanah juga wajib membayarkan pajak BPHTB. Nilai pajak ini adalah 5% dari NJOP yang sudah dikurangi dengan NJOPTKP. Atau bisa dihitung dengan rumus 5% (NJOP-NJOPTKP).
3.      BPHTB waris
Letak perbedaan dari jual beli tanah waris dan tanah biasa adalah pada BPHTB waris. Dalam transaksi jual beli tanah biasa, tidak ada BPHTB penjual, yang ada hanya PPh dan BPHTB pembeli saja. Besaran BPHTB waris adalah setengah dari 5% dari nilai NJOP yang sudah dikurangi dengan NJOPTKP. Atau secara singkat dihitung dengan rumus (5% (NJOP – NJOPTKP)) x 50%.
Keterangan:
NJOP = Nilai Jual Objek Pajak
NJOPTKP = Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak. Nilai
Nilai NJOP dan NJOPTKP masing-masing daerah berbeda-beda satu sama lain.

Cara Jual Beli Tanah Warisan
Cara jual beli tanah warisan agar transaksi bisa dilakukan secara aman dan bebas dari masalah sengketa di kemudian hari antara lain:
1.      Memeriksa dokumen yang diperlukan
Sebelum melakukan transaksi atas tanah warisan, pastikan untuk memeriksa seluruh dokumen yang diperlukan, mulai dari sertifikat tanah, surat pernyataan ahli waris menjual tanah, surat kuasa (jika ada ahli waris yang tinggalnya berjauhan), dan sebagainya. Hal ini penting untuk meyakinkan calon pembeli bahwa tanah tersebut memang sah secara hukum dan dijamin tidak akan ada sengketa di kemudian hari.
2.      Mencari tahu daftar ahli waris tanah
Calon pembeli juga tidak boleh masa bodoh dengan ahli waris dari tanah tersebut. Apalagi jika ahli waris ternyata banyak. Calon pembeli berhak mencari tahu siapa saja ahli waris dari tanah tersebut. Bila perlu, hubungi satu persatu ahli waris dari tanah tersebut, dan tanyakan apakah benar surat persetujuan menjual tanah dari ahli waris itu memang benar-benar telah disepakati oleh semua ahli waris. Hal ini akan menghindarkan calon pembeli dari sengketa.
3.      Balik nama sertifikat turun waris
Jika tanah masih bersertifikat nama ayah dari ahli waris tersebut, mintalah terlebih dahulu agar ahli waris tersebut melakukan prisedur balik nama turun waris. Hal ini nantinya akan memudahkan transaksi dan proses balik nama dari ahli waris ke pembeli. Biasanya balik nama turun waris ini membutuhkan dokumen sebagai berikut:
·         KTP
·         Data tanah
·         Surat pernyataan tanah dikuasai secara fisik
·         Surat pernyataan tidak ada sengketa tanah
·         KK
·         Sertifikat asli
·         Surat keterangan waris
·         Dokumen PBB
4.      Memastikan domisili semua ahli waris
Calon pembeli juga berhak mengetahui dimana semua ahli waris itu tinggal. Sebisa mungkin, pilihlah tanah warisan yang ahli warisnya tinggal di kota yang sama. Namun jika ada ahli waris yang tinggal di kota yang berbeda, cek juga apakah benar dia setuju untuk menjual tanah. Jika perlu, cek apakah surat kuasa yang diberikan itu benar-benar sah.
5.      Bertemu langsung dengan ahli waris
Jika memang semua ahli waris berada di kota yang sama, mintalah untuk bertemu langsung dengan seluruh ahli waris. Hal ini penting dilakukan untuk lebih mengakrabkan diri dan mengenal para ahli waris dengan baik sebelum melakukan transaksi. Selain itu dengan cara ini calon pembeli bisa benar-benar yakin bahwa tanah tersebut tidak bermasalah.
6.      Melakukan pembayaran secara terbuka
Langkah terakhir adalah dengan melakukan pembayaran secara terbuka. Maksudnya saat transaksi, sebisa mungkin diketahui oleh semua ahli waris. Selain itu, lakukan juga transaksi sesuai aturan hukum yang berlaku.
Itulah besaran pajak jual beli tanah waris dan tata cara jual beli tanah warisan yang bisa dilakukan sesuai dengan prosedur hukum. Semoga bermanfaat.

Pelajari Cara Beli Tanah dengan Kredit Bank Dengan Benar

By On August 01, 2017
Cara beli tanah dengan kredit bank akan membantu kita dalam hal pembayaran sehingga tidak memberatkan dalam satu kali pembayaran. Tanah merupakan aset yang berharga yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Bahkan, harga tanah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, tergantung dengan keadaan masing-masing wilayah.
Bagaimana Cara Beli Tanah dengan Kredit Bank?
Jual beli tanah selalu diidentikan dengan biaya yang tinggi sehingga untuk membelinya kita harus mengumpulkan modal terlebih dahulu. Hal ini tentunya memakan banyak waktu dan bahkan bisa tidak terkumpul. Sebenarnya ada cara lain yang bisa dilakukan untuk lebih memudahkan kita, yakni dengan penggunaan Kredit Pemilikan Tanah (KPT). Layanan ini sudah diberlakukan oleh banyak bank jadi kita bisa memanfaatkannya. Syarat yang harus terpenuhi hampir sama dengan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) ataupun KRP (Kredit Pemilikan Rumah). Hanya saja, objek untuk kredit ini adalah tanah atau kavling.
Untuk kredit tanah pun ada beberapa pilihannya tersendiri, yaitu kredit tanah subsidi, tanah kredit tanah non subsidi, dan kredit pemilikan tanah bank syariah. Syarat-syarat antara jenis kredit tanah pun hampir sama, meskipun ada beberapa perbedaannya jadi Anda harus memperhatikan setiap syarat yang harus dipenuhi.
Apabila Anda masih ragu dengan pengajuan kredit ini maka bisa mempertimbangkan beberapa dampak positif di bawah ini, yaitu:
1.      Semua dokumen pasti aman karena dikelola oleh bank hingga kredit terbayarkan lunas.
2.  Legalitas dokumen lengkap dan dijamin karena bank sangat teliti dalam mengecek semua keabsahan dokumen.
3.      Biasanya, pemohon kredit dilindungi oleh asuransi jiwa.
4.      Bisa mendapatkan rumah dengan lebih hemat di kemudian hari.
Seperti yang kita tahu bahwa harga tanah selalu naik setiap tahunnya jadi harga tanah di tempat yang sama akan mengalami perubahan untuk beberapa tahun ke depan. Apabila sebidang tanah memiliki harga Rp 1juta/meter maka beberapa tahun ke depan harganya sudah akan lebih dari itu. Jadi, semakin lama kita akan membeli tanah maka semakin banyak dana yang harus dipersiapkan. Namun, kita tidak boleh terburu-buru dalam membeli tanah karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu, seperti surat-surat tanahnya, apakah lengkap, apakah resmi dan bebas dari sengketa.
Tanah yang sedang dalam sengketa berarti sedang dalam masalah jadi bank tidak akan mau tanggungjawab atas tanah yang sengketa. Hal ini dikarenakan bank hanya memiliki hak dan kewajiban untuk mencairkan kredit agar memudahkan nasabahnya dalam memiliki tanah tersebut. Sebenarnya, tanah yang dibeli melalui KPT besar kemungkinan bukanlah tanah sengketa karena sebelumnya, bank akan meneliti lebih lanjut mengenai surat-surat tanah jadi akan ketahuan jika tanah tersebut sengketa atau bukan. Hanya saja, Anda harus tetap mempehatikan agar nantinya tanah tersebut tidak menimbulkan masalah pada pemiliknya.
Sebelum mengajukan kredit ini, maka ada beberapa hal yang harus dipersiapkan terlebih dahulu, seperti berbagai dokumen yang berkaitan dengan tanah. Berikut ini adalah hal-hal yang harus dipersiapkan dalam cara beli tanah dengan kredit Bank:
1.      Biaya yang timbul
Anda harus menyiapkan uang muka terlebih dahulu, paling tidak 30 persen dari harga tanah. Selain itu, masih ada biaya lain yang juga harus dibayarkan, seperti pajak transaksi jual beli, bea provisi kredit, biaya notaris dan BPHTB. Biasanya, biaya lain yang harus dibayar sebesar 5 persen dari nilai tanah. Bahkan, Anda juga harus mempertimbangkan biaya yang akan muncul dari kepemilikan tanah seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) setiap tahunnya. Inilah syarat kredit tanah.
2.      Siapkan dana cadangan
Memiliki dana cadangan sangat penting untuk diperhatikan karena tidak ada yang menjamin jika suatu ketika appraisal bank akan menilai tanah itu lebih rendah daripada yang dipikirkan. Tidak semua bank bersedia untuk memberikan kredit tanah tanpa bangunan di atasnya dan ada juga yang memberikan kredit dengan plafon lebih rendah dari harga tanah rata-rata di wilayah tersebut. Sebenarnya, kredit pemilikan tanah dari bank juga bukan satu-satunya solusi yang bisa dilakukan, masih ada KTA yang dapat membantu, hanya saja bunga lebih besar dan Anda harus benar-benar memperhitungkannya.
3.      Hutang lain
Sebelum mengajukan kredit, maka Anda harus memastikan bahwa tidak ada hutang lain yang sedang ditanggung karena hal ini akan memberatkan. Pada umumnya, hutang yang masih bisa dijangkau sebesar 30 persen dari penghasilan. Karena hidup ini tidak hanya membayar hutang, tapi kita juga memiliki kebutuhan lain yang harus dibayarkan. Jadi, jika Anda masih memiliki hutang, baik itu dengan bank atau perorangan maka lebih baik menyelesaikan hutang itu terlebih dahulu baru kemudian mengambil kredit.

Setelah ini maka Anda bisa langsung mencari bank yang tepat untuk mengajukan Kredit Pemilikan Tanah. Setiap bank memiliki syarat dan ketentuan yang berbeda jadi Anda harus mempertimbangkan hal tersebut hingga menemukan layanan yang paling baik untuk cara beli tanah dengan kredit Bank yang benar.

Cara Beli Tanah agar Tidak Tertipu

By On August 01, 2017
Cara beli tanah agar tidak tertipu perlu diketahui oleh masyarakat, mengingat saat ini ada banyak modus kejahatan dan penipuan yang berkedok jual beli tanah dan properti. Selain penipu bisa membawa kabur uang sebelum sertifikat didapat, biasanya ada juga kasus tanah dijual kepada beberapa pihak dan semua pihak sama-sama memiliki sertifikat. Oleh karena itu calon pembeli wajib berhati-hati. Ada baiknya mengikuti tips beli tanah agar tidak tertipu berikut ini.
Cara Beli Tanah agar Tidak Tertipu
Calon pembeli tanah wajib untuk selalu berhati-hati, karena saat ini ada banyak modus kejahatan yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah penipuan yang mengatasnamakan jual beli tanah. Kebanyakan pelaku penipuan akan membawa kabur uang yang sudah dibayarkan, sebelum menyelesaikan tugasnya untuk mengurus sertifikat balik nama.
Selain itu, di beberapa kasus, ada penipu yang menjual tanah kepada beberapa pembeli. Untuk meyakinkan pembeli, semua pembeli diberi sertifikat tanah palsu. Maka perlu diketahui beberapa cara membeli tanah agar tidak tertipu berikut ini:
1.      Ketahui sistem jual beli yang tidak sah
Setiap calon pembeli tanah wajib hukumnya untuk mengetahui bagaimana sistem jual beli tanah yang sah dan bagaimana sistem jual beli tanah yang tidak sah. Hal ini tentu sangat penting, karena kebanyakan kasus penipuan dari pembelian tanah adalah karena faktor kelalaian pembeli itu sendiri. Terutama untuk pembeli yang tidak ingin ribet dalam melaksanakan prosedur pembelian tanah yang seharusnya. Untuk menghindari itu, ketahui secara pasti bagaimana prosedur yang sesuai dengan tahapan hukum.
Selain itu pembeli juga wajib memastikan apakah tanah tersebut benar-benar layak dan sah secara hukum untuk diperjual belikan. Hindari tanah sengketa dan sebisa mungkin jangan membeli tanah yang statusnya sedang disita. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari masalah dengan hukum di kemudian hari.
2.      Perhatikan kondisi tanah
Cara beli tanah agar tidak tertipu selanjutnya adalah sebelum membeli tanah, wajib kiranya calon pembeli benar-benar mengecek secara langsung lokasi dan kondisi tanah tersebut. Jika memungkinkan, pastikan juga ukuran, bentuk, jenis tanah, serta segala macam data yang diperlukan. Perhatikan seluruh aspek fisik tanah. Jangan sampai ada ketidaksesuaian luasan tanah dengan luasan yang tertera dalam sertifikat tanah.
Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kesalahan pemahaman atau penafsiran luasan tanah oleh pembeli tanah. Karena tanah yang dijual biasanya tidak memiliki batasan atau patok yang jelas. Maka, ajak penjual untuk memberi keterangan sejelas-jelasnya mengenai tanah dan batasan-batasannya. Terutama untuk tanah yang bukan merupakan tanah kavling.
Selain itu jenis tanah yang ada juga perlu diperhatikan. Misalnya, jenis tanah sawah, rawa, atau jenis tanah perkebunan, dan sebagainya. Cek juga kestabilan tanah dan potensi bahaya di sekitar tanah. Cek juga fasilitas yang ada di sekitar lingkungan dan kondisi sosial masyarakat di sekitarnya. Apalagi jika tanah tersebut memang akan dibangun sebuah rumah atau bangunan usaha di masa depan. Pasti segala aspek kenyamanan perlu diperhatikan.
3.      Periksa semua dokumen yang diperlukan
Calon pembeli juga berhak untuk mengetahui semua dokumen yang dimiliki oleh penjual, termasuk sertifikat tanah, PBB, dan sebagainya. Dokumen-dokumen tersebut juga wajib diketahui keasliannya. Calon pembeli bisa mengecek keasliannya dengan mendatangi kantor Pertanahan. Jika tanah memang sudah bersertifikat, maka akan lebih mudah melakukan transaksi jual beli. Namun jika tanah belum bersertifikat, maka dibutuhkan tips membeli tanah yang belum bersertifikat. Biasanya transaksi ini dilakukan oleh pembeli yang membeli tanah kavling dari pihak pengembang atau developer.
4.      Gunakan jasa notaris PPAT
Dalam melakukan transaksi jual beli tanah, pastikan prosedur yang dilakukan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, salah satunya dengan memakai saksi. Usahakan menggunakan saksi dari notaris PPAT. Hal ini tentu akan memberikan keamanan secara hukum. Jika sewaktu-waktu ada prosedur yang tidak sesuai, maka calon pembeli bisa lebih berwaspada, karena notaris pasti akan memberikan penjelasan yang baik dan benar.
5.      Perhatikan prosedur AJB dan balik nama
Cara membeli tanah agar tak tertipu berikutnya adalah dengan membuat AJB dan proses balik nama yang baik dan benar. Cara pembuatan AJB harus dilakukan dengan PPAT dan juga harus disertai dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Selain itu perlu adanya pelunasan terhadap pajak. Setelah semua  selesai, maka transaksi bisa dilakukan. Dan jika transaksi sudah dilakukan sesuai dengan aturan dan syarat, maka proses balik nama baru bisa dilakukan. Pastikan proses balik nama dilakukan dengan baik dan tuntas. Jangan sampai proses balik nama tidak dilakukan, karena percuma membeli tanah jika sertifikat masih dengan nama penjualnya. Maka pembeli akan dirugikan.
Itulah tata cara beli tanah agar tidak tertipu yang wajib diketahui oleh calon pembeli. Semoga bermanfaat.

SITUS JUAL BELI TANAH

About Us

TIPS BELI TANAH

Kami adalah Situs khusus Jual Beli Tanah dan Rumah khususnya daerah Yogyakarta. Siap melayani Transaksi Jual Beli Tanah Maupun Rumah untuk kebutuhan Investasi maupun Tempat tinggal Anda.


: [email protected]




Popular

Formulir Kontak